Tasamuh dalam Islam: Membangun Harmoni dalam Keberagaman

Tasamuh dalam Islam: Membangun Harmoni dalam Keberagaman

Toleransi atau dalam Islam dikenal dengan istilah tasamuh adalah salah satu nilai luhur yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, tasamuh berperan besar dalam menjaga harmoni dan kedamaian, baik antar sesama muslim maupun dengan pemeluk agama lain. Namun, bagaimana sebenarnya konsep tasamuh dalam Islam? Dan bagaimana pendidikan agama berkontribusi dalam membentuk pemahaman siswa tentang toleransi?

Apa Itu Tasamuh?

Dalam Islam, tasamuh tidak hanya berarti "toleransi" dalam arti sekadar membiarkan perbedaan, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas. Kata tasamuh berasal dari bahasa Arab yang berarti kemurahan hati dan kemudahan. Dengan kata lain, Islam mengajarkan bahwa toleransi harus berlandaskan rasa saling memahami, menghargai, dan menghormati, bukan sekadar "membiarkan" perbedaan tanpa sikap saling peduli.

Prinsip utama tasamuh dalam Islam mencakup beberapa hal, di antaranya:

  1. Menghormati keyakinan orang lain tanpa memaksakan agama kita kepada mereka.
  2. Menjalin hubungan baik dengan semua orang, tanpa membeda-bedakan agama, suku, atau budaya.
  3. Tidak melakukan kekerasan terhadap orang yang berbeda keyakinan.
  4. Menunjukkan akhlak yang baik, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat telah menunjukkan sikap toleransi yang luar biasa. Salah satunya adalah ketika Rasulullah mengirimkan bantuan kepada penduduk Makkah yang kelaparan, meskipun mereka pernah memusuhi beliau. Begitu pula dengan kisah Salahuddin Al-Ayyubi yang tetap memperlakukan pasukan salib dengan baik setelah merebut kembali Yerusalem.

Pendidikan Islam dan Konsep Tasamuh

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sikap tasamuh pada siswa. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Sholeh (2014), ditemukan bahwa mata pelajaran agama Islam, terutama Al-Qur'an Hadits dan Aqidah Akhlak, memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk pemahaman siswa tentang tasamuh.

  1. Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits

    • Mengajarkan nilai-nilai Islam langsung dari sumber utama, yaitu Al-Qur’an dan hadits.
    • Menanamkan pemahaman bahwa Islam adalah agama yang damai dan mengajarkan kasih sayang.
    • Berdasarkan penelitian, mata pelajaran ini memberikan kontribusi sebesar 4,9% terhadap pemahaman siswa tentang tasamuh.
  2. Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

    • Membantu siswa memahami bagaimana berperilaku sesuai ajaran Islam.
    • Mengajarkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti kesabaran, kasih sayang, dan sikap saling menghargai.
    • Memiliki kontribusi sebesar 6,9% dalam membentuk pemahaman tasamuh siswa.
  3. Mata Pelajaran Fiqh

    • Memfokuskan pada hukum Islam dan praktik ibadah.
    • Sayangnya, dalam penelitian ini, mata pelajaran fiqh tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman siswa tentang tasamuh.

Secara keseluruhan, pendidikan agama Islam memberikan pengaruh sekitar 12% dalam membentuk sikap tasamuh siswa. Namun, tentu saja ada faktor lain di luar pendidikan agama yang turut berperan, seperti lingkungan keluarga, budaya masyarakat, dan pengalaman sosial.

Mengapa Tasamuh Itu Penting?

Di tengah dunia yang semakin beragam, sikap tasamuh sangat penting untuk menjaga keharmonisan sosial. Sikap ini bukan hanya menjadi cerminan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan kedamaian dan persatuan di tengah perbedaan.

Maka, sebagai seorang muslim, kita harus selalu mengamalkan tasamuh dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara kita berinteraksi dengan tetangga, berteman dengan orang yang berbeda keyakinan, hingga bagaimana kita menyikapi perbedaan pendapat dalam Islam sendiri.

Kesimpulan

Tasamuh adalah nilai fundamental dalam Islam yang harus diajarkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama Islam, terutama melalui mata pelajaran Al-Qur'an Hadits dan Aqidah Akhlak, memiliki peran penting dalam menanamkan sikap toleransi ini kepada siswa. Dengan memahami dan menerapkan konsep tasamuh, kita tidak hanya menjadi muslim yang lebih baik, tetapi juga membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian.


📚 Sumber:
Sholeh, A. (2014). Pemahaman Konsep Tasamuh (Toleransi) Siswa dalam Ajaran Islam. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 101-132.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai dan Konsep dalam Berbagai Agama: Pemahaman yang Menghubungkan Umat Manusia

Sejarah Perkembangan Pemikiran Etika: Dari Yunani Kuno hingga Zaman Modern

Fitrah Manusia dalam Islam: Konsep dan Peranannya dalam Kehidupan